Senin, 13 Agustus 2018

Pameran Daring Diseminasi Online


PAMERAN ONLINE KKN 111 TEMATIK 2018 UTM 


KERUPUK IKAN
produk kerupuk ikan
PROSES PENGESAHAN LABEL KRUPUK INDUSTRI RUMAHAN
Pasongsongan sebagai salah satu tempat yang berlokasi di pesisir pantai utara Sumenep memiliki banyak sekali potensi kekayaan, diantaranya mata air sumber agung, kontes sapi sonok, tempat wisata religi dan wisata kuliner.
KKN kelompok 111 UTM yang bertugas di desa Pasongsongan memiliki ketertarikan untuk meningkatkan produk hasil olahan rumahtangga yakni krupuk. Bukan hal yang mudah untuk membantu melegalkan krupuk khas Pasongsongan ini karena banyak prosedur yang harus dipenuhi, mulai dari kebersihan tempat produksi sampai kelayakan kandungan gizinya, stelah itu terpenuhi maka barulah dapat diajukan PIRT pada Dinas kesehatan Sumenep.

PROSES PELEGALAN KERUPUK IKAN KHAS PSONGSONGAN
1. Pra pengajuan PIRT: melakukan komunikasi pada Dinas Kesehatan untuk mendapatkan informasi awal dan prosedur pengajuannya, serta akan mendapatkan formulirnya
2. Pengajuan PIRT: pengajuan PIRT ini kami lakukan setelah melakukan komunikasi dengan masyarakat penghasil krupuk ikan tsb.
3. Beberapa hari setelah pengajuan, Dinas Kesehatan mensurvei lokasi pembuatan krupuk ikan
4. Setelah adanya survei barulah Nomor Produksi akan dikeluarkan oleh dinas kesehatan, tentunya hal itu jika semua persyaratan telah selesai dan terpenuhi.


SUMBER AGUNG
sebelum pembuatan wisata
setelah pembuatan wisata
Dalam sejarahnya, Pasongsongan banyak dipengaruhi oleh salah satu tokoh Agama dan keturunan kerajaan bernama Syaikh Syamsul Arifin atau yang sering di panggil dengan Syeikh Agung Ali Akabar. Konon Keponakan dari Suami Potre Koneng ini (Bindara Saod) berperan besar dalam sejarah pasongsongan, termasuk kebudayan Islam yang terbangun di desa Pasongsongan. Seperti Budaya Sageddog yang dipercaya sebagian masyarakat di mulai dari Syeikh Agung Ali Akbar.

            Di desa Pasongsongsongan, tidak hanya terdapat pasarean K. Agung Ali Akbar. Melainkan terdapat juga sumber yang diberi nama sumber Agung. Sebab, menurut sejarah, umber Agung juga ditemukan oleh Kyai Agung Ali Akbar. Sebab itulah sumber ini dinamakan Sumber Agung. Keadaan sumber Agung hingga saat ini masih ada dan digunakan oleh masyarakat khusunya masyarakat di dususn Pakotan. Karena letak sumber Agung sendiri adalah di dusun Pakotan.
Proses Pembuatan Wisata Sumber Agung
1.     Membersihkan area sumber agung selama 3 hari berturut-turut
2.     Pemasangan bola-bola dan payung
3.     Pengecatan ban sebagai tempat duduk
4.     Pengecatan pohon kelapa di sepanjang jalan menuju sumber agung

Proses Pembuatan Wisata Sumber Agung

Hasil Pembuatan Wisata Sumber Agung


 
MASKER JAGUNG
Saya yakin bahwa anda tentu sering mendengar tentang masker yang menggunakan bahan-bahan alami seperti masker alpukat dan lain sebagainya, akan tetapi mungkin anda tidak pernah atau jarang mendengar tentang masker jagung dan manfaatnya.
Di indonesia sendiri, jagung banyak dimanfaatkan untuk dikonsumsi baik itu sebagai pengganti makanan pokok maupun sebagai makanan ringan karena jagung terkenal kaya akan karbohidrat.
         Kandungan gizi yang dimiliki oleh jagung per 100 gram juga sangat tinggi. Per 100 gram jagung mengandung:
produk masker jagung
355 kalori
2 gr protein
3,9 gram lemak
10 mg kalsium
256 mg fosfor
24 mgserum
510 gramvitamin A
0,38 mgvitamin B1, dan
12 gram

Banyaknya kandungan gizi serta nutrisi yang dimiliki oleh jagung menyebabkan jagung sering dipilih oleh mereka yang menginginkan perawatan kulit wajah dengan menggunakan bahan alami agar tampak cantik dan sehat.
Salah satu cara memanfaatkan jagung untuk bahan kecantikan kulit wajah adalah dengan menggunakan jagung sebagai masker. Manfaat jagung ketika digunakan sebagai masker di antaranya adalah
– Dapat menghilangkan flek hitam, serta
– Dapat memperhalus kulit, dan
– Dapat mencerahkan kulit wajah.
Kandungan karbohidrat serta Vitamin C yang tinggi pada jagung dapat membantu mengembalikan kerusakan pada kulit, tak hanya itu kandungan vitamin a yang dimiliki oleh jagung juga dapat digunakan untuk memberikan kekuatan dan kekenyalan pada kulit, sehingga dapat berfungsi sebagai anti aging dan mengurangi kerutan-kerutan. Selain itu, Asam Sitat yang terkandung di dalam jagung dapat berfungsi sebagai antioksidan.
Cara memanfaatkan jagung untuk perawatan wajah tidaklah terlalu sulit berikut adalah langkah-langkah untuk membuat masker berbahan dasar jagung.
1.      Siapkan beberapa jagung muda yang masih segar,kemudian bersihkan kulitnya dan rambutnya lalu cuci hingga bersih.
2.      Selanjutnya anda dapat memaruti jagung kemudian letakkan pada sebuah wadah.
3.      Blender jagung sampai halus, sebelumnya tambahkan sedikit air agar mempermudah proses penghalusan.
4.      Saring jus jagung tersebut dan tiriskan
5.      Selesai ditiriskan kemudian buang airnya dan ambil saripati dari jagung tersebut.
6.      Kemudian keringkan
7.       Haluskan saripati jagung yang sudah mengering
8.      Masker jagung siap untuk digunakan
Cara penggunaan :
1.      Siapkan serubuk masker jagung
2.      Tambahkan susu murni/madu/minyak zaitun/air mawar sebagai campuran agar hasilnya maksimal
3.      Aplikasikan ke kulit wajah
4.      Tunggu hingga mengering
5.      Bilas dengan air
Apabila anda menjalankan tips ini secara rutin, anda akan mendapatkan wajah yang bersih, cerah dan lebih putih. Pemakaian masker jagung secara teratur juga dapat menghilangkan serta menyamarkan flek-flek hitam yang terdapat di wajah. Sehingga anda akan tampil lebih percaya diri dengan wajah bersih bebas flek dan jerawat.
Selain digunakan untuk merawat kulit wajah dari luar, jagung juga dapat di konsumsi untuk diambil gizi dan kandungan nutrisinya, dengan demikian maka jagung juga berperan aktif dari dalam tubuh untuk memberikan gizi dan nutrisi yang diperlukan oleh kulit.

Proses Pembuatan Masker Jagung



Kamis, 02 Agustus 2018

Kerja Bakti Bersama Pemuda Dusun Guna Pengoptimalisasian Wisata Sumber Agung Pasongsongan


            Dalam sejarahnya, Pasongsongan banyak dipengaruhi oleh salah satu tokoh Agama dan keturunan kerajaan bernama Syaikh Syamsul Arifin atau yang sering di panggil dengan Syeikh Agung Ali Akabar. Konon Keponakan dari Suami Potre Koneng ini (Bindara Saod) berperan besar dalam sejarah pasongsongan, termasuk kebudayan Islam yang terbangun di desa Pasongsongan. Seperti Budaya Sageddog yang dipercaya sebagian masyarakat di mulai dari Syeikh Agung Ali Akbar.
            Di desa Pasongsongsongan, tidak hanya terdapat pasarean K. Agung Ali Akbar. Melainkan terdapat juga sumber yang diberi nama sumber Agung. Sebab, menurut sejarah, umber Agung juga ditemukan oleh Kyai Agung Ali Akbar. Sebab itulah sumber ini dinamakan Sumber Agung. Keadaan sumber Agung hingga saat ini masih ada dan digunakan oleh masyarakat khusunya masyarakat di dususn Pakotan. Karena letak sumber Agung sendiri adalah di dusun Pakotan.
            Di sekitar Sumber Agung terdapat banyak pohon kelapa milik warga dengan rumput-rumput liar yang tumbuh membentuk semak-semak. Tidak hanya itu, sampah-sampah juga berserakan terutama dipinggir sungai. Sebab, tidak adanya fasilitas pembuangan sampah yang cukup memadai bagi masyarakat.
Keadaan yang demikian, menggerakkan kelompok KKN 111 untuk mengoptimalkan fungsi sumber dan lingkungannya sebagai objek wisata buatan di Desa Pasongsongan. Kelompok KKN 111 Pasongsongan melaksanakan kerja bakti hingga tiga hari berturut-turut. Kerja bakti yang dilakukan selain bebersihkan sampah juga membabat rumput liar dan semak-semak di sela-sela pepohonan kelapa.
Kerja Bakti dilaksanakan bersama pemuda dusun Pakotan khususnya yang juga peduli terhadap perkembangan sumber Agung. Setelah pelaksanaan kerja bakti, optimalisasi sumber Agung sebagai wisata di Desa Pasongsongan akan dilanjutkan dengan menghias lingkungan Sumber Agung dengan beberapa Atribut.
Kegiatan bersih-bersih di Sumber Agung